Pengenalan ku dan Makassar

Assalamualaikum bagi Netizen muslim yang membaca postingan saya ini. Untuk yang non-is selamat pagiiiiiii..hehe :-D. Ini adalah postingan pertama saya semenjak saya lama vakum dari dunia blogger. dan saya ingin mencoba memulai kembali apa yang sudah lama saya geluti di masa saya kuliah dulu. dan sekarang saya sudah bekerja di salah satu perusahaan BUMN dan masih dalam masa OJT (On The Job Training) di Makassar. Menurut Kabar berita yang saya dengar, saya bakal di tempatin di area sulawesi..wwoowwww…shock? tentu tidak..karena saya sudah mempersiapkan ini semenjak saya daftar sebagai karyawan baru. owww iya, saya lupa memperkenalkan asal daerah saya, saya lahir dikota Gresik, Jawa Timur yang katanya kota santri. emmmm….mungkin iya…mungkin juga tidak..hehehe…

kota Gresik sangat jauh dari Makassar kalo jalan kaki,hehehe…oleh karena itu saya memutuskan Pergi-Pulang naik pesawat aja..xixixixi. Pertama kali saya menginjakkan kaki di kota Makassar adalah suasana yang tidak asing dan tidak jauh berbeda dengan Surabaya. karena mulai dari jalan dan kepadatannya yang hampir sama. Tapi untuk masalah makanan ternyata Surabaya masih lebih unggul..(menurut saya lho yaa….hehehe), netizen bisa menilai sendiri kalo sudah pernah merasakan tinggal di Makassar dan Surabaya. Makassar memang punya makanan yang khas dan mungkin sudah terkenal di seluruh indonesia bahkan dunia, yaitu Coto dan sup Conro. dua makanan itu yang sudah saya incar untuk segera menikmati sensasi rasanya..:-D. dan ternyata rasanyaaaaaa wwwooowwwwww…hampir sama kayak gule :((. itu yang saya rasakan. bahkan saya tidak bisa merasakan itu gule apa coto makassar. hehehehehe….entah lidah saya yang salah, atau penjualnya yang salah ngasih menu yaaaa…hehehehe.

Ketika sudah lama di Makassar saya merasa ini adalah rumah dan kota saya sendiri. tidak merasa ini kota asing yang baru saya kunjungi. hemmmm kota yang luar biasa menurut saya. kenapa? karena di sini banyak orang jawa juga ternyata, terutama jawa tengah dan jawa timur.hehehe….setiap penjual yang saya datangi kebanyakan orang jawa. terutama penjual lele dan tempe penyet. ini pengalaman saya pertama kali beli lele penyet di makassar.

saya : Mas…mau beli lele penyet ada mas? ( saya berusaha menunjukkan kalo saya asli Makassar pakai logat Makassar)

Penjual : tuku piro mas? (indo : beli berapa mas ?)

saya : ????!@$%$%^%^&&

hahahaha..pengalaman yang tidak terlupakan, ternyata yang jual orang jawa juga dan si penjual juga tau logat saya yang medok..hahaha,,semenjak itu saya harus berhati-hati dalam berkata-kata(bijak sekali ya..hehehe)… to be continue

Iklan

posting bebas asal sopan