Arsip Kategori: puisi

Sadness

Runtuhnya duabelas bulan menjadi tanda akhir kesedihan dan awal kebahagiaan….
Dan bulan awal menjadi sesuatu yang sangat berharga….
Berbaring ditanah yang dikelilingi dengan plumeria merah….

Oleander adalah bunga yang pantas untuk menggambarkan dirimu saat ini….
Membuat kebencian dengan kota ini semakin besar….
Melihat sepasang mata dari balik pintu….
Pergi ke arah barat mungkin menjadi tujuan awal….

Kerumunan orang antara siang dan malam….
Tergesernya janji yang telah ditentukan….
Hujan menjadi tanda awal dari semua ini….
Dengan diiringi nyanyian kesedihan….

Iklan

Harapan

Bulan baru bersembunyi dibalik awan merah…

berjalan sendiri diiringi dengan melody kesedihan…
Sepasang mata yang mengikuti alunan kaki…
terdengar suara jeritan yang menghentikan langkah…

Kembali bukanlah pilihan…

Kabut hitam yang menutupi jalan pulang…
Menipu dalam kesesatan…
Mengikuti ribuan titik cahaya terang…
Bimbang dan takut…
kaki tak bisa melangkah, tangan tak bisa menggapai…
Daun-daun pun tertawa dalam keheningan…

melihat dandelion kecil yang bersembunyi di balik akar…
Penuh dengan embun yang menyegarkan…
sebuah Keindahan yang di liputi keangkuhan…
Kepercayaan pun tak pernah bersandar…

perjalanan yang panjang dan melelahkan…
Tubuh yang dingin berkeringat penuh peluh…
Menetes membasahi rumput yang kering…
Mencoba memberi harapan baru…
Dan berharap dalam doa Semoga ini cepat berlalu…